Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2017

Saat Kakek Buta Cium Hajar Aswad di Kabah


Selain tubuhnya yang ringkih karena tua, dia juga buta. Sehingga kesulitan menemukan letak pasti batu dari surga itu.
Dream - Polisi yang berjaga di sekeliling Kabah tak hanya harus memastikan keselamatan para jemaah saja. Mereka harus membantu setiap jemaah yang mengalami kesulitan.
Seperti terlihat pada video yaang tengah menjadi viral di dunia maya ini. Seorang polisi membantu jemaah tua yang hendak mencium Hajar Aswad.
Jemaah itu mengalami kesulitan. Selain tubuhnya yang ringkih karena tua, dia juga buta. Sehingga kesulitan menemukan letak pasti batu dari surga itu.
Melihat jemaah lelaki yang kesulitan itu, sang polisi memberi panduan, menuntun sang kakek sampai bisa mencium Hajar Aswad.
Dalam video ini juga terlihat putra jemaah renta itu datang membantu ayahnya. Setelah ikut mencium Hajar Aswad, sang anak membopong kakek tersebut. (Sumber: Al Arabiya)

Jumat, 10 Februari 2017

Ini Kelebihan Meninggal Dunia Di Tanah Suci Makkah

KELEBIHAN MENINGGAL DUNIA DI MAKKAH
Lazimnya jika seseorang meninggal dunia di Makkah, sudah tentu jenazahnya tidak akan dibawa pulang ke tanah air masing-masing.


Sebaliknya terus dikebumikan di tanah suci Makkah.
Bolehlah dianggap ini sebagai satu peluang yang Allah SWT berikan kepada kita untuk disemadikan di Makkah.
Kebiasaannya rakyat Malaysia yang meninggal dunia di Makkah, adalah sewaktu mereka sedang mengerjakan ibadah umrah atau ibadah haji.
Beginilah ‘perjalanan’ yang perlu anda lalui sekiranya anda meninggal dunia di Makkah.
Di sini, anda disemadikan tanpa batu nisan, memungkinkan tiada ahli keluarga yang dapat menziarahi anda di kemudian hari di sebabkan lokasi kubur anda tidak diketahui
Bolehkah kita bercita-cita untuk mati di Makkah atau Madinah?
Dalam sebuah hadith Nabi SAW ada disebut:
Maksudnya: “Barangsiapa yang mampu untuk mati di Madinah maka lakukanlah. Sesungguhnya aku akan memberi syafaat kepada sesiapa yang mati di sana.”
(riwayat Ahmad dan At-Tirmizi)
Menurut riwayat al-Tabarani, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Sesiapa antara kamu yang mungkin mampu untuk meninggal dunia di Madinah, meninggallah di sana.
Sesungguhnya sesiapa yang meninggal dunia di sana, aku menjadi saksi atau pemberi syafaah kepadanya pada hari kiamat.”
(Sabiq, 2000: I: 522-24)
Ini menunjukkan satu perkara yang diharuskan oleh Islam, di mana ulama telah meng-istinbat (mengeluarkan) hukum dari hadith tersebut seperti yang dijelaskan oleh Al-Imam An-Nawawi, Ibnu Hajar dan lain-lain bahawasanya HARUS untuk berniat untuk mati di tempat yang baik dan dalam keadaan yang baik.
Apatah lagi di Madinatul Munawwarah, ganjarannya sangat jelas iaitu Nabi akan memberi syafaat.
Jadi kita berdoa kepada ALLAH SWT agar kita mati di dalam keadaan yang baik dan di tempat (Makkah,Madinah) yang baik.
Gambar-gambar berikut menunjukkan antara proses yang dilakukan jika terdapat jenazah yang meninggal dunia 

Semoga kita termasuk di kalangan yang bernasib baik di beri peluang untuk disemadikan di tanah suci Makkah atau Madinah...amiin. (sumber FB: Ustaz Nasir)